Menjalankan ibadah puasa ternyata memiliki banyak manfaat, baik dari sisi sosial, kejiwaan, maupun kesehatan. Dari segi sosial, puasa melatih orang berdisiplin, cinta keadilan, dan kadamaian.
Dari sisi kejiwaan, puasa membuat manusia menjadi pandai dalam menguasai diri. Sedangkan dari sisi kesehatan, berpuasa berarti mengistirahatkan saluran pencernaan (usus), enzim, dan hormon yang biasanya bekerja untuk mencerna makanan terus-menerus selama kurang lebih 18 jam.
Organ vital ini dapat istirahat selama 14 jam. Pada saat puasa, kadar gula dalam darah mudah dikendalikan. Apabila kadar gula darah turun, cadangan gula dalam bentuk glikogen di dalam hati mulai digunakan. Berikut beberapa tip untuk Anda:
1. Niat ikhlas. Tanpa ini, mungkin Anda masih tetap bisa mendapatkan manfaatnya dari sisi kesehatan, sosial, maupun kejiwaan. Tapi untuk urusan pahala, jangan harap Anda akan mendapatkannya. Niat yang ikhlas bisa memicu Anda untuk konsisten dalam berpuasa?
2. Cukup Air. Sangat sederhana memang. Tapi justru ini yang sering dilupakan orang ketika adzan magrib berkumandang. Kebutuhan air tidak boleh Anda abaikan begitu saja. Tidak harus air putih. Kalau Anda menginginkan variasi, Anda bisa memilih teh, susu, jus buah, koktail buah, atau juga kuah sayur.
3. Cukup Kebutuhan Kalori. Kalori akan menghasilkan tenaga yang dibutuhkan manusia. Dalam sehari, wanita membutuhkan kalori sekiRA 1900 kalori, sedangkan pria 2100 kalori.
Saat berpuasa, tentunya Anda bisa memenuhi angka tersebut pada saat berbuka dan sahur. Oleh karena itu, sebaiknya pilih makanan yang alami, agar makanan gampang diubah menjadi kalori tanpa menghasilkan efek negatif bagi tubuh, seperti kandungan bahan kimia dalam makanan olahan. Banyak sumber kalori yang bisa Anda peroleh dari nasi, jagung, atau mie. Protein bisa didapat dari daging, tahu, dan lainnya.
4. Makan Secara Bertahap. Lapar karena seharian berpuasa bukan alasan untuk mengumbar nafsu makan saat berbuka. Lihatlah kebutuhan yang harus Anda penuhi. Karbohidrat 50-60 persen, protein 10-20 persen, lemak 20-25 persen, cukup vitamin dan mineral dari sayur dan buah.
Makanlah secara bertahap. Bisa Anda mulai dengan menikmati makanan ringan atau minuman yang manis-manis seperti kolak pisang, kurma atau teh manis. Makanan manis mengandung karbohidrat sederhana yang akan mudah diserap dan segera menaikkan kadar gula darah.
Setelah salat magrib, makan makanan pelengkap yang terdiri dari nasi atau pengganti nasi, protein dari ayam, ikan, atau daging, tahu atau tempe, serat dari sayuran, dan buah.
Setelah salat tarawih, Anda dapat makan camilan berupa roti atau buah. Pembagian makan bisa Anda lakukan seperti ini: 50 persen untuk berbuka, 10 persen setelah salat tarawih, dan 40 persen waktu sahur.
5. Rajin Sahur. Usahakan porsi sahur tidak sama dengan porsi makan saat berbuka puasa. Makanlah makanan dengan kadar protein tinggi. Pencernaan dan penyerapan makanan juga menjadi lebih lama dibandingkan dengan makanan yang kadar karbohidratnya tinggi. Setelah sahur, tambahkan susu tanpa lemak dan suplemen multivitamin agar stamina tetap terjaga.
6. Rajin berolahraga. Tubuh Anda justru akan semakin lesu jika Anda tidak berolahraga. Tak harus olahraga yang banyak mengeluarkan keringat, tapi cukup olahraga yang banyak mengeluarkan keringat, tapi cukup olahraga ringan saja seperti jalan kaki, naik sepeda, dan lain-lain. Waktu berolahraga yang baik adalah menjelang berbuka puasa.
7. Tidur siang. Ini akan membantu Anda agar tidak mengeluarkan cairan tubuh berlebihan karena sengatan matahari atau yang lainnya. Selain itu, tidur siang akan mengurangi rangsangan lapar yang berasal dari perut.
Sumber: www.lifestyle.okezone.com
Kumpulan artikel dari berbagai media tentang bagaimana melaksanakan puasa agar tetap sehat dan segar
Untuk memudahkan menemukan artikel yang anda cari, silahkan gunakan Search Box berikut:
Friday, September 11, 2009
Manfaat Kurma bagi Kesehatan
Ciri khas Ramadhan ialah tersedianya kurma di rumah-rumah keluarga muslim. Buah yang berbentuk agak bulat berwarna hitam atau kecokelatan itu memang cocok sekali digunakan sebagai menu pembuka.
Pasalnya, kandungan gula yang terdapat di dalam buah ini dapat langsung diserap oleh tubuh kita, sehingga kita yang telah seharian berpuasa akan kembali merasa segar.
Selain membuat tubuh kembali segar, buah kurma juga memiliki banyak khasiat lainnya untuk kesehatan, di antaranya:
1. Kurma kering berfungsi menguatkan sel-sel usus karena mengandung serabut yang bertugas mengontrol laju gerak usus.
2. Kurma basah mencegah terjadi pendarahan bagi perempuan katika melahirkan dan mempercepat proses pengembalian posisi rahim seperti sebelum waktu hamil.
3. Buah kurma matang mengandung zat besi dan kalsium yang cukup yang bisa membantu proses pembentukan air susu ibu dan pembentukan darah serta tulang sumsum pada bayi yang masih dalam kandungan.
4. Dapat menenangkan sel-sel saraf melalui pengaruhnya terhadap kelenjar gondok. Beberapa buah kurma dianjurkan dikonsumsi pada pagi hari kepada ana-anak dan orang lanjut usia agar kondisi kejiwaannya.
5. Buah kurma yang direbus dapat memperlancar saluran kencing.
6. Buah kurma dapat mencegah stroke.
Sumber: www.lifestyle.okezone.com
Pasalnya, kandungan gula yang terdapat di dalam buah ini dapat langsung diserap oleh tubuh kita, sehingga kita yang telah seharian berpuasa akan kembali merasa segar.
Selain membuat tubuh kembali segar, buah kurma juga memiliki banyak khasiat lainnya untuk kesehatan, di antaranya:
1. Kurma kering berfungsi menguatkan sel-sel usus karena mengandung serabut yang bertugas mengontrol laju gerak usus.
2. Kurma basah mencegah terjadi pendarahan bagi perempuan katika melahirkan dan mempercepat proses pengembalian posisi rahim seperti sebelum waktu hamil.
3. Buah kurma matang mengandung zat besi dan kalsium yang cukup yang bisa membantu proses pembentukan air susu ibu dan pembentukan darah serta tulang sumsum pada bayi yang masih dalam kandungan.
4. Dapat menenangkan sel-sel saraf melalui pengaruhnya terhadap kelenjar gondok. Beberapa buah kurma dianjurkan dikonsumsi pada pagi hari kepada ana-anak dan orang lanjut usia agar kondisi kejiwaannya.
5. Buah kurma yang direbus dapat memperlancar saluran kencing.
6. Buah kurma dapat mencegah stroke.
Sumber: www.lifestyle.okezone.com
Thursday, September 10, 2009
Hidup Sehat Saat Ramadan dengan Soyjoy
Ramadhan selalu memberikan makna yang dalam bagi umat muslim di mana kita mendapat kesempatan untuk membersihkan jasmani dan rohani untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Tentu saja bukan hanya jiwa yang lebih baik, namun kesehatan pun akan semakin baik ketika menjalani ibadah puasa. Upaya untuk mendapat hasil yang optimal tentunya harus dilakukan dengan menjaga asupan makanan. Salah satunya dengan menjaga asupan kadar gula dan pati yang masuk, dan mengonsumsi makanan yang mengandung serat pangan dan protein yang tinggi.
Cara berpuasa yang baik adalah tidak makan makanan berlebihan saat berbuka puasa. Berbuka puasa dengan yang ringan, manis, namun kaya protein dan daya serat tinggi. Kebutuhan tersebut ada pada Soyjoy yang bisa menjadi hidangan berbuka yang unik.
Soyjoy adalah makanan berbentuk bar, terbuat sepenuhnya dari tepung kedelai dan buah-buahan. Sebagai sumber protein tinggi sebesar 38 persen. Kedelai di dalamnya juga mengandung lemak nabati, yaitu lesitin. Kandungan lainnya ialah serat pangan sebanyak 15 persen, asam amino esensial, vitamin B & E, mineral seperti phosphor, kalium, zinc & besi, juga isoflavon.
Paduan dari kedelai dan buah tentunya akan memberikan nutrisi yang baik bagi tubuh. Perpaduan rasa kedelai dan buahnya begitu unik, dengan empat pilihan rasa Hawthorn Berry, Raisin Peanut, Apple, dan Mango Coconut sangat dibutuhkan sebagai pengganti nutrisi yang hilang saat berpuasa.
Soyjoy terbukti sebagai camilan dengan nilai GI rendah (Low Glycemic Index), yaitu 25 dari skala 0 sampai 100. GI adalah indikator kecepatan proses perubahan dari karbohidrat diubah menjadi gula di dalam tubuh.
Ketika berbuka puasa dengan makanan dengan kadar GI yang tinggi, pankreas harus berusaha keras mengeluarkan insulin. Sehingga memberatkan kinerja pankreas. Soyjoy memiliki GI rendah, dan sangat baik untuk membuat kinerja pankreas lebih ringan.
Mengandung protein dan serat pangan tinggi serta kandungan gula dan daya cerna pati yang rendah, Soyjoy merupakan makanan camilan berbahan dasar kedelai yang sangat disarankan bagi para praktisi gaya hidup sehat dengan segala manfaat kedelai dan buah-buahan.
Secara global, Soyjoy telah memulai kampanye Low GI sejak dua tahun lalu di setiap pasar Soyjoy di Jepang, Amerika Serikat, Hongkong, Singapura, Korea, China, dan Taiwan. Salah satu cerita sukses kampanye Soyjoy Low GI adalah yang baru-baru ini dilakukan di Singapura melalui media Facebook dan blogging.
Soyjoy mengajak masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengikuti pola makan teratur serta gaya hidup sehat seperti yang diajarkan pada bulan Ramadan ini. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan dengan nilai GI rendah. Hal ini yang menjadi perhatian Soyjoy dan sedang galak dikampanyekan.
"Seperti kita ketahui, makna dari bulan Ramadan ini membersihkan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menjaga hati dan jasmani dari makanan yang sembarangan untuk mendapat hidup yang lebih sehat. Untuk itu, Soyjoy mengadakan gerakan sadar low GI," ungkap Sales and Marketing Director Soyjoy Prayugo Gunawan saat ditemui dalam acara buka puasa bersama Soyjoy di Waroeng Kita Restaurant, Gedung Auto Mall Lt. 1 Jl. Jend Sudirman Kav. 52-53 Lot 6 (SCBD) Jakarta-Pusat (9/9/2009)
Sumber: www.lifestyle.okezone.com
Tentu saja bukan hanya jiwa yang lebih baik, namun kesehatan pun akan semakin baik ketika menjalani ibadah puasa. Upaya untuk mendapat hasil yang optimal tentunya harus dilakukan dengan menjaga asupan makanan. Salah satunya dengan menjaga asupan kadar gula dan pati yang masuk, dan mengonsumsi makanan yang mengandung serat pangan dan protein yang tinggi.
Cara berpuasa yang baik adalah tidak makan makanan berlebihan saat berbuka puasa. Berbuka puasa dengan yang ringan, manis, namun kaya protein dan daya serat tinggi. Kebutuhan tersebut ada pada Soyjoy yang bisa menjadi hidangan berbuka yang unik.
Soyjoy adalah makanan berbentuk bar, terbuat sepenuhnya dari tepung kedelai dan buah-buahan. Sebagai sumber protein tinggi sebesar 38 persen. Kedelai di dalamnya juga mengandung lemak nabati, yaitu lesitin. Kandungan lainnya ialah serat pangan sebanyak 15 persen, asam amino esensial, vitamin B & E, mineral seperti phosphor, kalium, zinc & besi, juga isoflavon.
Paduan dari kedelai dan buah tentunya akan memberikan nutrisi yang baik bagi tubuh. Perpaduan rasa kedelai dan buahnya begitu unik, dengan empat pilihan rasa Hawthorn Berry, Raisin Peanut, Apple, dan Mango Coconut sangat dibutuhkan sebagai pengganti nutrisi yang hilang saat berpuasa.
Soyjoy terbukti sebagai camilan dengan nilai GI rendah (Low Glycemic Index), yaitu 25 dari skala 0 sampai 100. GI adalah indikator kecepatan proses perubahan dari karbohidrat diubah menjadi gula di dalam tubuh.
Ketika berbuka puasa dengan makanan dengan kadar GI yang tinggi, pankreas harus berusaha keras mengeluarkan insulin. Sehingga memberatkan kinerja pankreas. Soyjoy memiliki GI rendah, dan sangat baik untuk membuat kinerja pankreas lebih ringan.
Mengandung protein dan serat pangan tinggi serta kandungan gula dan daya cerna pati yang rendah, Soyjoy merupakan makanan camilan berbahan dasar kedelai yang sangat disarankan bagi para praktisi gaya hidup sehat dengan segala manfaat kedelai dan buah-buahan.
Secara global, Soyjoy telah memulai kampanye Low GI sejak dua tahun lalu di setiap pasar Soyjoy di Jepang, Amerika Serikat, Hongkong, Singapura, Korea, China, dan Taiwan. Salah satu cerita sukses kampanye Soyjoy Low GI adalah yang baru-baru ini dilakukan di Singapura melalui media Facebook dan blogging.
Soyjoy mengajak masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengikuti pola makan teratur serta gaya hidup sehat seperti yang diajarkan pada bulan Ramadan ini. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan dengan nilai GI rendah. Hal ini yang menjadi perhatian Soyjoy dan sedang galak dikampanyekan.
"Seperti kita ketahui, makna dari bulan Ramadan ini membersihkan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menjaga hati dan jasmani dari makanan yang sembarangan untuk mendapat hidup yang lebih sehat. Untuk itu, Soyjoy mengadakan gerakan sadar low GI," ungkap Sales and Marketing Director Soyjoy Prayugo Gunawan saat ditemui dalam acara buka puasa bersama Soyjoy di Waroeng Kita Restaurant, Gedung Auto Mall Lt. 1 Jl. Jend Sudirman Kav. 52-53 Lot 6 (SCBD) Jakarta-Pusat (9/9/2009)
Sumber: www.lifestyle.okezone.com
Monday, September 7, 2009
Mudik Berkendara, Tidur Cukup, Relaksasi, Peregangan
Dua pekan menyongsong Lebaran, aura mudik mulai terasa. Bagi mereka yang akan mudik dengan mengemudikan kendaraan sendiri, persiapan prima diperlukan agar selamat dan sehat sampai tujuan.
Saat Ramadan, umumnya orang yangberpuasamengalamiperubahan pola makan dan tidur. Terkait pola dan lamanya tidur, kemungkinan orang yang berpuasa akan mengalami pengurangan,terutama karena harus terbangun dini hari untuk melakukan sahur. Bahkan, bagi yang rajin beribadah, biasanya mereka sudah terbangun sejak tengah malam untuk melaksanakan salat malam, seperti salat tahajud.
Dengan segala aktivitas tengah malam hingga menjelang subuh dini hari tersebut, otomatis waktu tidur jadi terpotong-potong. Padahal, jika terjadi kekurangan tidur, badan jadi tidak bugar, sulit berkonsentrasi, bahkan dapat mengundang penyakit. Selain itu, biasanya akan terjadi aksi "balas dendam" untuk membayar "utang tidur" tadi.
Sleep scientist dari RS Mitra Kemayoran Jakarta Dr Andreas Prasadja mengungkapkan, bagi orang berpuasa yang tidak bekerja, kekurangan tidur dapat "dibayar" dengan leluasa saat tidur siang. Adapun bagi mereka yang bekerja, Andreas menyarankan untuk memanfaatkan waktu luang di sela-sela jam kerja.
Misalnya, jam makan siang yang biasanya untuk makan diganti dengan salat zuhur dan tidur siang sejenak atau disebut juga diurnal nap. "Tidurnya tidak perlu lamalama, cukup 15-30 menit. Begitu bangun, badan lebih segar dan siap bekerja lagi," katanya.
Pernyataan Andreas diamini Happy, 35. Pria yang sehari-hari ngantor di EC-Indonesia Flegt Support Project ini mengungkapkan, berpuasa tidak memengaruhi vitalitasnya dalam beraktivitas.
Penggemar seli (sepeda lipat) ini pun mengaku tidak terbebani dengan "utang tidur" saat berpuasa. Acap kali di mana pun setiap ada kesempatan, semisal di kantor atau di mobil, dia menyempatkan diri tidur sesaat. "Paling-paling 5 menit. Begitu bangun badan tetap segar," tukas Happy yang berdomisili di Bogor dan berkantor di Gedung Manggala Wanabakti, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
"Selepas sahur, biasanya saya tidak tidur lagi karena jam 04.30 WIB sudah harus berangkat ke kantor," imbuhnya.
Sebanyak apa pun aktivitas dan kesibukan seseorang, tubuhnya dilengkapi jam biologis yang secara otomatis mengirimkan sinyal kapan saat beraktivitas dan kapan harus beristirahat.
Spesialis Anak RS Pondok Indah Dr Adi Tagor SpA DPH sepakat menganjurkan diurnal nap yang sejatinya merupakan tuntutan alamiah tubuh dan hak tubuh untuk beristirahat. "Tujuannya adalah menyinkronisasikan antara irama tubuh dengan alam. Fisiologi tubuh manusia memang sudah mengaturnya seperti itu," ungkapnya.
Masih tentang kaum pekerja, Andreas menyayangkan jika ada orang yang memaksakan diri pulang kantor sore hari pada kondisi mengantuk, terlebih mereka yang mengendarai motor atau mobil sendiri. Data melaporkan, seseorang yang mengemudi dalam keadaan mengantuk bahkan lebih berisiko mengalami kecelakaan dibanding mereka yang berkendara dalam kondisi mabuk.
"Karena itu, selepas jam kerja, terutama saat sedang tidak banyak kerjaan, sempatkan 15-30 menit sebelum pulang untuk beristirahat dulu," saran dia.
Di Indonesia, kecelakaan lalu lintas akibat mabuk memang terbilang sedikit. Adapun yang terbanyak adalah disebabkan kondisi jalan (rusak, berlubang, licin), kondisi kendaraan yang sudah tidak layak, dan kantuk.
Penyebab yang terakhir ini dapat menjadi ancaman bagi ribuan pemudik yang mengemudi sendiri, tetapi tidak mempersiapkan fisik dan mentalnya secara baik. Andreas menyarankan, mereka yang akan mudik jarak jauh dengan kendaraan sebaiknya sebisa mungkin "menabung tidur".
"Seminggu sebelum mudik, sempatkan istirahat dan tidur cukup. Ingatlah bahwa daya tahan tubuh akan meningkat signifikan saat tidur," tandasnya.
Dari tahun ke tahun, rutinitas mudik Lebaran dengan kendaraan pribadi, seperti mobil dan sepeda motor, masih banyak diminati. Selain lebih praktis tanpa perlu mengantre tiket, biaya yang dikeluarkan pun dinilai lebih hemat.
"Kalau saya mudik naik kereta kelas bisnis, jatuhnya bisa Rp85.000. Tapi kalau naik motor lebih irit, paling-paling Rp50.000," kata Ibrohim, pemudik asal Tegal yang bekerja di Tangerang.
Pria yang akrab disapa Brohim itu mengaku sudah empat kali mudik Lebaran menempuh perjalanan Jakarta-Tegal dengan sepeda motor. Mengingat arus lalu lintas yang cukup macet, waktu tempuh pun tidak bisa diprediksi.
"Normalnya 6-7 jam, tapi kalau mudik Lebaran bisa sampai 12 jam," ungkapnya.
Terpaku berjam-jam di atas sepeda motor sudah pasti menimbulkan keletihan tersendiri. Untuk itu, seminggu sebelum mudik, biasanya Brohim melakukan latihan fisik berupa olahraga ringan, seperti peregangan untuk melenturkan otot-otot tangan, kaki, bahu, pinggang, leher. Menurut dia, kelima otot tersebutlah yang paling sering "tersiksa" saat berkendara jarak jauh dengan sepeda motor.
"Kalau tidak latihan dulu, bisa-bisa kita kaget kalau tiba-tiba terjatuh di tengah jalan. Saat mudik, setiap empat jam perjalanan, saya juga biasanya menyempatkan istirahat setengah jam sekadar untuk meluruskan kaki dan tangan yang pegal," ujar ayah berputri satu itu seraya menyarankan pemudik jarak jauh untuk mengenakan pakaian yang longgar dan tidak ketat.
"Tujuannya supaya nyaman dan pembuluh darah tidak terlalu tertekan. Kalau jaket tetap harus dipakai," saran dia.
Sumber: www.lifestyle.okezone.com
Saat Ramadan, umumnya orang yangberpuasamengalamiperubahan pola makan dan tidur. Terkait pola dan lamanya tidur, kemungkinan orang yang berpuasa akan mengalami pengurangan,terutama karena harus terbangun dini hari untuk melakukan sahur. Bahkan, bagi yang rajin beribadah, biasanya mereka sudah terbangun sejak tengah malam untuk melaksanakan salat malam, seperti salat tahajud.
Dengan segala aktivitas tengah malam hingga menjelang subuh dini hari tersebut, otomatis waktu tidur jadi terpotong-potong. Padahal, jika terjadi kekurangan tidur, badan jadi tidak bugar, sulit berkonsentrasi, bahkan dapat mengundang penyakit. Selain itu, biasanya akan terjadi aksi "balas dendam" untuk membayar "utang tidur" tadi.
Sleep scientist dari RS Mitra Kemayoran Jakarta Dr Andreas Prasadja mengungkapkan, bagi orang berpuasa yang tidak bekerja, kekurangan tidur dapat "dibayar" dengan leluasa saat tidur siang. Adapun bagi mereka yang bekerja, Andreas menyarankan untuk memanfaatkan waktu luang di sela-sela jam kerja.
Misalnya, jam makan siang yang biasanya untuk makan diganti dengan salat zuhur dan tidur siang sejenak atau disebut juga diurnal nap. "Tidurnya tidak perlu lamalama, cukup 15-30 menit. Begitu bangun, badan lebih segar dan siap bekerja lagi," katanya.
Pernyataan Andreas diamini Happy, 35. Pria yang sehari-hari ngantor di EC-Indonesia Flegt Support Project ini mengungkapkan, berpuasa tidak memengaruhi vitalitasnya dalam beraktivitas.
Penggemar seli (sepeda lipat) ini pun mengaku tidak terbebani dengan "utang tidur" saat berpuasa. Acap kali di mana pun setiap ada kesempatan, semisal di kantor atau di mobil, dia menyempatkan diri tidur sesaat. "Paling-paling 5 menit. Begitu bangun badan tetap segar," tukas Happy yang berdomisili di Bogor dan berkantor di Gedung Manggala Wanabakti, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
"Selepas sahur, biasanya saya tidak tidur lagi karena jam 04.30 WIB sudah harus berangkat ke kantor," imbuhnya.
Sebanyak apa pun aktivitas dan kesibukan seseorang, tubuhnya dilengkapi jam biologis yang secara otomatis mengirimkan sinyal kapan saat beraktivitas dan kapan harus beristirahat.
Spesialis Anak RS Pondok Indah Dr Adi Tagor SpA DPH sepakat menganjurkan diurnal nap yang sejatinya merupakan tuntutan alamiah tubuh dan hak tubuh untuk beristirahat. "Tujuannya adalah menyinkronisasikan antara irama tubuh dengan alam. Fisiologi tubuh manusia memang sudah mengaturnya seperti itu," ungkapnya.
Masih tentang kaum pekerja, Andreas menyayangkan jika ada orang yang memaksakan diri pulang kantor sore hari pada kondisi mengantuk, terlebih mereka yang mengendarai motor atau mobil sendiri. Data melaporkan, seseorang yang mengemudi dalam keadaan mengantuk bahkan lebih berisiko mengalami kecelakaan dibanding mereka yang berkendara dalam kondisi mabuk.
"Karena itu, selepas jam kerja, terutama saat sedang tidak banyak kerjaan, sempatkan 15-30 menit sebelum pulang untuk beristirahat dulu," saran dia.
Di Indonesia, kecelakaan lalu lintas akibat mabuk memang terbilang sedikit. Adapun yang terbanyak adalah disebabkan kondisi jalan (rusak, berlubang, licin), kondisi kendaraan yang sudah tidak layak, dan kantuk.
Penyebab yang terakhir ini dapat menjadi ancaman bagi ribuan pemudik yang mengemudi sendiri, tetapi tidak mempersiapkan fisik dan mentalnya secara baik. Andreas menyarankan, mereka yang akan mudik jarak jauh dengan kendaraan sebaiknya sebisa mungkin "menabung tidur".
"Seminggu sebelum mudik, sempatkan istirahat dan tidur cukup. Ingatlah bahwa daya tahan tubuh akan meningkat signifikan saat tidur," tandasnya.
Dari tahun ke tahun, rutinitas mudik Lebaran dengan kendaraan pribadi, seperti mobil dan sepeda motor, masih banyak diminati. Selain lebih praktis tanpa perlu mengantre tiket, biaya yang dikeluarkan pun dinilai lebih hemat.
"Kalau saya mudik naik kereta kelas bisnis, jatuhnya bisa Rp85.000. Tapi kalau naik motor lebih irit, paling-paling Rp50.000," kata Ibrohim, pemudik asal Tegal yang bekerja di Tangerang.
Pria yang akrab disapa Brohim itu mengaku sudah empat kali mudik Lebaran menempuh perjalanan Jakarta-Tegal dengan sepeda motor. Mengingat arus lalu lintas yang cukup macet, waktu tempuh pun tidak bisa diprediksi.
"Normalnya 6-7 jam, tapi kalau mudik Lebaran bisa sampai 12 jam," ungkapnya.
Terpaku berjam-jam di atas sepeda motor sudah pasti menimbulkan keletihan tersendiri. Untuk itu, seminggu sebelum mudik, biasanya Brohim melakukan latihan fisik berupa olahraga ringan, seperti peregangan untuk melenturkan otot-otot tangan, kaki, bahu, pinggang, leher. Menurut dia, kelima otot tersebutlah yang paling sering "tersiksa" saat berkendara jarak jauh dengan sepeda motor.
"Kalau tidak latihan dulu, bisa-bisa kita kaget kalau tiba-tiba terjatuh di tengah jalan. Saat mudik, setiap empat jam perjalanan, saya juga biasanya menyempatkan istirahat setengah jam sekadar untuk meluruskan kaki dan tangan yang pegal," ujar ayah berputri satu itu seraya menyarankan pemudik jarak jauh untuk mengenakan pakaian yang longgar dan tidak ketat.
"Tujuannya supaya nyaman dan pembuluh darah tidak terlalu tertekan. Kalau jaket tetap harus dipakai," saran dia.
Sumber: www.lifestyle.okezone.com
Sunday, September 6, 2009
Jelang Buka, Baru Kerja Ya!
Meski perut kian membesar, Anda merasa masih sanggup untuk berpuasa dan tetap beraktivitas? Tak apa Moms!
Untuk menghindari dehidrasi atau kelelahan, Anda (BuMil yang tidak bekerja di kantor) dapat menyiasati dengan merevisi jadwal kerja di rumah. Pindahkan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, menyetrika dan sebagainya ke sore hari atau lebih baik setelah berbuka. Â
Pemaparan dr Rusbandi Sarpini, SpKO dari RS Marinir Cilandak, Jakarta Selatan dan dr Trijatmo Rachimhadhi, SpOG dari Cinere Hospital, Depok berikut dapat menjawab keingintahuan Anda:
Saat Tepat Beraktivitas 'Berat'
Faktanya, cadangan energi selama menjalankan ibadah Ramadan yang berlangsung kurang lebih 12 jam masih mencukupi untuk melakukan aktivitas sehari-hari, asal tidak berlebihan. Hal yang sangat dikhawatirkan jika melakukan kegiatan yang berlebihan adalah menurunnya pasokan cairan tubuh alias dehidrasi.
Jika sedang tidak berpuasa, cairan yang hilang dari tubuh bisa langsung diganti. Namun jika sedang berpuasa, cairan tubuh yang kurang itu harus menunggu berbuka dulu. Akibatnya, tubuh akan kekurangan air dan ini mengganggu kerja fungsi organ tubuh yang lain.
Maka dari itu dianjurkan agar menjalankan aktivitas yang tidak terlalu banyak menggunakan tenaga. Kalaupun ingin melakukan aktivitas yang "berat-berat" seperti melakukan pekerjaan rumah tangga, berolahraga, sebaiknya lakukan menjelang waktu berbuka, kira-kira 1 - 2 jam sebelumnya.
Dengan cara itu, begitu tubuh mengeluarkan keringat, kita bisa langsung menggantikannya pada saat berbuka. Bisa juga pekerjaan rumah atau olahraga dilakukan sesudah berbuka, tetapi sebaiknya 2 - 3 jam setelah perut diisi makanan.
Rangsang Hormon Antiinsulin
Perlu diingat, tetaplah beraktivitas! Karena hal tersebut untuk merangsang keluarnya hormon antiinsulin yang berfungsi melepaskan gula darah. Kalau Anda bermalas-malasan selagi berpuasa atau terlalu banyak tidur, maka tubuh Anda makin kurang energi alias tak bertenaga. Itu semua karena kadar gula dibiarkan menurun secara drastis. Tentu Anda tak ingin begitu kan, Moms? Â
Tip Agar Tak Mudah Lelah
Nah, agar Moms tak cepat lelah saat bekerja padahal sedang berpuasa, aturlah sikap tubuh Moms dengan baik. Bagaimana caranya? Simak tip berikut! Â
Sikap Duduk (dapat dipraktikkan saat menyetrika)
1. Duduk dengan punggung tegak, paha sejajar dengan lantai dan telapak kaki menempel pada lantai.
2. Bila kursi Anda terlalu tinggi dan tidak dapat diubah, beri ganjalan pada kaki -misalnya kursi kecil - agar peredaran darah tetap lancar. Ganjal belakang punggung Anda dengan bantal empuk.
3. Hindari duduk dengan menyilangkan kaki.
4. Bila Anda harus duduk lama di depan meja untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, sisihkan waktu beberapa menit untuk melakukan peregangan. Lakukan paling sedikit setiap jam. Caranya, angkat kedua lengan sejajar dengan pundak, kemudian tarik ke depan sejauh mungkin. Putar tubuh ke kanan atau ke kiri sepert menggeliat.
Sikap Berdiri (dapat dipraktikkan saat menyapu atau mengepel)
1. Bagi Anda yang harus bekerja dengan berdiri cukup lama, biasakan berdiri dengan tegak (kedua kaki sedikit meregang), bahu tetap lemas, dada diangkat dan bokong ditarik sambil menahan perut.
2. Agar tidak cepat lelah ketika berdiri, angkat salah satu kaki dan letakkan di atas penyangga kaki setinggi 10 - 15 cm, lakukan cara ini secara bergantian dengan kaki yang lain.
3. Bila mungkin, hentikan sejenak pekerjaan Anda, lalu tempelkan tubuh bagian belakang pada tembok dengan tubuh tegak lurus (kaki diregangkan). Turunkan tubuh secara perlahan dengan menekuk kaki sampai terasa adanya tarikan di otot paha (jangan sampai terasa sakit).
4. Sempatkan beristirahat duduk dengan kaki lurus ke depan dan lakukan peregangan di kaki dan pergelangan kaki.
5. Bila merasa pusing akibat terlalu lama berdiri (Anda mengalami penurunan tekanan darah), segera cari tempat yang nyaman untuk duduk.
Sikap Lain
1. Ketika mengangkat barang yang agak berat, lakukan dengan hati-hati. Bawalah benda-benda tersebut dengan cara memeluk, bukan menjinjing dengan sebelah tangan. Bila memungkinan, bawa benda-benda yang Anda butuhkan dengan tas ransel atau backpack.
2. Ketika mengambil sesuatu di lantai, lakukan dengan berjongkok bukan dengan membungkuk. Kemudian ketika berdiri, pertahankan agar punggung Anda tetap tegak.
Sumber: www.lifestyle.okezone.com
Untuk menghindari dehidrasi atau kelelahan, Anda (BuMil yang tidak bekerja di kantor) dapat menyiasati dengan merevisi jadwal kerja di rumah. Pindahkan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, menyetrika dan sebagainya ke sore hari atau lebih baik setelah berbuka. Â
Pemaparan dr Rusbandi Sarpini, SpKO dari RS Marinir Cilandak, Jakarta Selatan dan dr Trijatmo Rachimhadhi, SpOG dari Cinere Hospital, Depok berikut dapat menjawab keingintahuan Anda:
Saat Tepat Beraktivitas 'Berat'
Faktanya, cadangan energi selama menjalankan ibadah Ramadan yang berlangsung kurang lebih 12 jam masih mencukupi untuk melakukan aktivitas sehari-hari, asal tidak berlebihan. Hal yang sangat dikhawatirkan jika melakukan kegiatan yang berlebihan adalah menurunnya pasokan cairan tubuh alias dehidrasi.
Jika sedang tidak berpuasa, cairan yang hilang dari tubuh bisa langsung diganti. Namun jika sedang berpuasa, cairan tubuh yang kurang itu harus menunggu berbuka dulu. Akibatnya, tubuh akan kekurangan air dan ini mengganggu kerja fungsi organ tubuh yang lain.
Maka dari itu dianjurkan agar menjalankan aktivitas yang tidak terlalu banyak menggunakan tenaga. Kalaupun ingin melakukan aktivitas yang "berat-berat" seperti melakukan pekerjaan rumah tangga, berolahraga, sebaiknya lakukan menjelang waktu berbuka, kira-kira 1 - 2 jam sebelumnya.
Dengan cara itu, begitu tubuh mengeluarkan keringat, kita bisa langsung menggantikannya pada saat berbuka. Bisa juga pekerjaan rumah atau olahraga dilakukan sesudah berbuka, tetapi sebaiknya 2 - 3 jam setelah perut diisi makanan.
Rangsang Hormon Antiinsulin
Perlu diingat, tetaplah beraktivitas! Karena hal tersebut untuk merangsang keluarnya hormon antiinsulin yang berfungsi melepaskan gula darah. Kalau Anda bermalas-malasan selagi berpuasa atau terlalu banyak tidur, maka tubuh Anda makin kurang energi alias tak bertenaga. Itu semua karena kadar gula dibiarkan menurun secara drastis. Tentu Anda tak ingin begitu kan, Moms? Â
Tip Agar Tak Mudah Lelah
Nah, agar Moms tak cepat lelah saat bekerja padahal sedang berpuasa, aturlah sikap tubuh Moms dengan baik. Bagaimana caranya? Simak tip berikut! Â
Sikap Duduk (dapat dipraktikkan saat menyetrika)
1. Duduk dengan punggung tegak, paha sejajar dengan lantai dan telapak kaki menempel pada lantai.
2. Bila kursi Anda terlalu tinggi dan tidak dapat diubah, beri ganjalan pada kaki -misalnya kursi kecil - agar peredaran darah tetap lancar. Ganjal belakang punggung Anda dengan bantal empuk.
3. Hindari duduk dengan menyilangkan kaki.
4. Bila Anda harus duduk lama di depan meja untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, sisihkan waktu beberapa menit untuk melakukan peregangan. Lakukan paling sedikit setiap jam. Caranya, angkat kedua lengan sejajar dengan pundak, kemudian tarik ke depan sejauh mungkin. Putar tubuh ke kanan atau ke kiri sepert menggeliat.
Sikap Berdiri (dapat dipraktikkan saat menyapu atau mengepel)
1. Bagi Anda yang harus bekerja dengan berdiri cukup lama, biasakan berdiri dengan tegak (kedua kaki sedikit meregang), bahu tetap lemas, dada diangkat dan bokong ditarik sambil menahan perut.
2. Agar tidak cepat lelah ketika berdiri, angkat salah satu kaki dan letakkan di atas penyangga kaki setinggi 10 - 15 cm, lakukan cara ini secara bergantian dengan kaki yang lain.
3. Bila mungkin, hentikan sejenak pekerjaan Anda, lalu tempelkan tubuh bagian belakang pada tembok dengan tubuh tegak lurus (kaki diregangkan). Turunkan tubuh secara perlahan dengan menekuk kaki sampai terasa adanya tarikan di otot paha (jangan sampai terasa sakit).
4. Sempatkan beristirahat duduk dengan kaki lurus ke depan dan lakukan peregangan di kaki dan pergelangan kaki.
5. Bila merasa pusing akibat terlalu lama berdiri (Anda mengalami penurunan tekanan darah), segera cari tempat yang nyaman untuk duduk.
Sikap Lain
1. Ketika mengangkat barang yang agak berat, lakukan dengan hati-hati. Bawalah benda-benda tersebut dengan cara memeluk, bukan menjinjing dengan sebelah tangan. Bila memungkinan, bawa benda-benda yang Anda butuhkan dengan tas ransel atau backpack.
2. Ketika mengambil sesuatu di lantai, lakukan dengan berjongkok bukan dengan membungkuk. Kemudian ketika berdiri, pertahankan agar punggung Anda tetap tegak.
Sumber: www.lifestyle.okezone.com
Saturday, September 5, 2009
Jangan Sekadar Menghilangkan Dahaga!
Menahan lapar mungkin tidak terlalu berat dibandingkan dahaga yang kerap melanda saat berpuasa. Lalu bagaimana agar BuMil yang berpuasa tidak kekurangan cairan? Bolehkah melepas dahaga dengan mengonsumsi minuman isotonik yang kini makin digemari?
Cairan merupakan komponen yang penting untuk ibu hamil. Moms harus bisa mengonsumsi sejumlah cairan yang akan mencukupi kebutuhan tubuh.
Patut diingat bagi ibu hamil (trimester pertama) yang mengalami mual muntah, tidak dianjurkan untuk berpuasa karena sulit memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan hanya pada saat berbuka.
Jika Anda satu di antara BuMil tersebut, pemaparan dr Arju Anita, Sp.OG dari RS Jakarta Medical Center bisa menambah wawasan Anda.
Perhatikan Kebutuhan Nutrisi! Hindari Kolak!
Sebenarnya sewaktu berpuasa, yang berubah hanyalah jam masuknya makanan ke dalam tubuh. Kalau makanan yang dapat diterima oleh tubuh hanya sedikit, tentu harus diimbangi dengan nutrisi yang mencukupi sekaligus memenuhi kebutuhan minimal wanita hamil.
Karena itu, perlu diperhatikan menu saat sahur dan berbuka yang penting bagi BuMil yaitu kebutuhan asupan makanan sehat, sayur, vitamin, mineral, zat besi dan protein.
Saat berbuka, sebaiknya hindari asupan yang tidak terlalu bermanfaat misalnya kolak, karena kandungannya hanya pisang, gula dan santan (cenderung cepat membuat kenyang sehingga tidak dapat mengonsumsi makanan lain).
Minum Manis
Justru yang harus dilakukan BuMil adalah minum dan makan yang manis untuk menggantikan gula yang berkurang saat puasa. Jangan lupa konsumsi makanan yang berasal dari protein hewani dan nabati diperbanyak, seimbangkan asupan karbohidrat (nasi, biskuit, gula) dan protein.
Minuman manis dapat berupa manisan buah, jus, atau es buah. Minuman yang sekarang makin diminati seperti minuman ion dalam kemasan boleh saja dikonsumi BuMil, asalkan diteliti terlebih dahulu apakah mengandung bahan pengawet atau tidak.
Jika kandungannya aman, BuMil boleh minum saat sahur atau buka, masing-masing satu kaleng. Jadi, tak perlu khawatir lagi ya Moms! Pastikan kesehatan dan kebersamaan Anda sekeluarga tetap terjaga saat berpuasa.
Sumber: www.lifestyle.okezone.com
Cairan merupakan komponen yang penting untuk ibu hamil. Moms harus bisa mengonsumsi sejumlah cairan yang akan mencukupi kebutuhan tubuh.
Patut diingat bagi ibu hamil (trimester pertama) yang mengalami mual muntah, tidak dianjurkan untuk berpuasa karena sulit memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan hanya pada saat berbuka.
Jika Anda satu di antara BuMil tersebut, pemaparan dr Arju Anita, Sp.OG dari RS Jakarta Medical Center bisa menambah wawasan Anda.
Perhatikan Kebutuhan Nutrisi! Hindari Kolak!
Sebenarnya sewaktu berpuasa, yang berubah hanyalah jam masuknya makanan ke dalam tubuh. Kalau makanan yang dapat diterima oleh tubuh hanya sedikit, tentu harus diimbangi dengan nutrisi yang mencukupi sekaligus memenuhi kebutuhan minimal wanita hamil.
Karena itu, perlu diperhatikan menu saat sahur dan berbuka yang penting bagi BuMil yaitu kebutuhan asupan makanan sehat, sayur, vitamin, mineral, zat besi dan protein.
Saat berbuka, sebaiknya hindari asupan yang tidak terlalu bermanfaat misalnya kolak, karena kandungannya hanya pisang, gula dan santan (cenderung cepat membuat kenyang sehingga tidak dapat mengonsumsi makanan lain).
Minum Manis
Justru yang harus dilakukan BuMil adalah minum dan makan yang manis untuk menggantikan gula yang berkurang saat puasa. Jangan lupa konsumsi makanan yang berasal dari protein hewani dan nabati diperbanyak, seimbangkan asupan karbohidrat (nasi, biskuit, gula) dan protein.
Minuman manis dapat berupa manisan buah, jus, atau es buah. Minuman yang sekarang makin diminati seperti minuman ion dalam kemasan boleh saja dikonsumi BuMil, asalkan diteliti terlebih dahulu apakah mengandung bahan pengawet atau tidak.
Jika kandungannya aman, BuMil boleh minum saat sahur atau buka, masing-masing satu kaleng. Jadi, tak perlu khawatir lagi ya Moms! Pastikan kesehatan dan kebersamaan Anda sekeluarga tetap terjaga saat berpuasa.
Sumber: www.lifestyle.okezone.com
Friday, September 4, 2009
Puasa Segar dan Berstamina
Puasa Ramadan memang istimewa. Selain bernilai ibadah, puasa juga bermanfaat menyehatkan badan. Bagaimana menjaga tubuh tetap bugar dan bersemangat selama puasa?
Memasuki pekan ketiga Ramadan, Anda masih tetap semangat berpuasa kan? Saat berpuasa, umumnya memang terjadi perubahan-perubahan. Mulai dari pola dan waktu makan, jam tidur, hingga kebiasaan lainnya seperti berolahraga.
Sari, 30, seorang karyawati PT Telkom Jakarta mengungkapkan, sudah dua minggu ini menghentikan aktivitas senam aerobik yang biasa dilakukannya tiga kali seminggu selepas pulang kantor. "Habis bagaimana lagi, tempat senam saya memang libur kalau bulan puasa," ujar gadis berjilbab itu.
Hal senada dikemukakan Rani, 27, yang mengaku "kangen" melakukan senam aerobik bersama rekan-rekannya di sebuah pusat kebugaran di kawasan Jakarta Pusat. Berkurangnya jumlah peserta senam secara signifikan saat bulan puasa menjadi pertimbangan diliburkannya aktivitas menyehatkan tersebut.
"Saya sudah terbiasa nge-gym lima kali seminggu. Jadi begitu puasa dan berhenti senam, badan jadi kurang bugar," sebutnya.
Regional Marketing and Promotion Manager dari Celebrity Fitness, Hendra Nugraha, menyayangkan penghentian total aktivitas berolahraga saat puasa. Menurut dia, kebiasaan berolahraga seharusnya tetap diteruskan dengan mengubah durasi, intensitas, dan volume setiap sesi latihan. Saat berpuasa, proses metabolisme tubuh akan berpengaruh terhadap aktivitas olahraga.
Hal ini disebabkan oleh pengolahan bahan makanan sebagai sumber energi menjadi sedikit berbeda karena perubahan waktu makan.Namun, tak perlu khawatir, tubuh manusia mampu melakukan adaptasi terhadap dirinya sendiri dan lingkungan tergantung pada kebiasaan.
"Pada awal puasa,tubuh mungkin akan terasa lemas apabila digunakan untuk berolahraga, namun pada masa itu tubuh melakukan adaptasi. Setelah melakukan penyesuaian, tubuh akan menjadi terbiasa untuk berolahraga," beber Hendra.
Saat berpuasa, Anda disarankan berolahraga dengan intensitas rendah, yaitu 60 persen-70 persen dari denyut nadi maksimal. Bagi Anda yang masih punya lemak di perut dan ingin membakarnya, silakan tetap melakukan latihan kardiovaskular (cardiovascular exercise) tapi jangan terlampau keras berlatih.
"Waktu terbaik untuk berolahraga adalah 45-60 menit sebelum berbuka dengan durasi sekitar 30 menit saja. Berolahraga tidak berarti harus pergi ke gym, Anda juga bisa melakukannya di rumah atau kantor," tandas Hendra.
Pada prinsipnya, olahraga yang dilaksanakan saat berpuasa bertujuan sebagai bentuk penjagaan tubuh agar tetap sehat dan bugar. Artinya, olahraga yang dilakukan harus mampu melancarkan aliran darah dan melenturkan otot-otot. Selain itu, jantung lebih aktif bergiat dan zat asam atau oksigen lebih banyak terhirup sebagai proses metabolisme tubuh.
Olahraga juga membantu menjaga sel-sel tubuh tetap sehat sehingga lebih siap menerima oksigen. Direktur Slim+Health Sports Therapy di RS Mitra Kemayoran dan Mal TamanAnggrek Jakarta, dr Michael Triangto SpKO, mengungkapkan, orang melakukan aktivitas olahraga biasanya dibedakan atas tujuannya.
"Apakah sekadar menjaga kebugaran ataukah memang serius ingin membentuk otot-otot tubuh?" katanya.
Bagi mereka yang melakukan olahraga dengan tujuan menjaga kebugaran semata atau sebagai ajang berkumpul bersama keluarga, Michael menyarankan aktivitas fisik berulang dengan intensitas ringan, namun berdurasi cukup panjang. Sebut saja jalan kaki atau jalan cepat bersama keluarga ataupun bermain bersama anak.
Sementara itu, orang yang terbiasa melakukan aktivitas latihan (exercise) rutin ataupun nge-gym 4- 5 kali seminggu, saat puasa diperlukan latihan yang sifatnya individual.
Perlu diingat juga, jika latihan sama sekali terhenti, maka dalam tempo dua minggu kebugaran bisa menurun hingga 50 persen. Terlebih bagi individu yang melakukan latihan pembentukan otot jika saat puasa berhenti total latihan bisa-bisa otot akan mengendur.
"Jadi, tetap lakukan latihan dengan intensitas lebih ringan, misalnya mengurangi beban atau jumlah repetisi," saran Michael.
Penuturan Michael diamini Krishnu, 28. Bulan puasa tak menyurutkan semangat pria yang berdomisili di Sudirman Park Jakarta itu untuk tetap menjalani aktivitas latihan yang rutin dilakukan tiga kali seminggu di pusat kebugaran di dekat kantornya.
"Jamnya masih sama, sore hari sekitar jam 4. Atau terkadang selepas salat tarawih sampai jam sepuluh malam," tutur Manajer Humas Bayer Health Care Indonesia itu.
Cukupi Kebutuhan Cairan
Menjaga kecukupan cairan dalam tubuh merupakan kunci utama puasa yang segar dan berstamina. Hal ini diakui dokter spesialis anak RS Pondok Indah Jakarta, Dr Adi Tagor SpA DPH. Kendati telah memasuki usia 73 tahun, pria yang akrab disapa dokter Tagor ini tetap semangat berpuasa Ramadan. "Kuncinya menjaga cairan tubuh, itu saja," ucapnya.
Dokter yang juga berpraktik di sebuah klinik di kawasan Prapanca dan Pondok Pinang itu mengingatkan orang yang berpuasa untuk tidak malas minum air saat berbuka hingga imsak tiba. Saat malam hari, umumnya orang cenderung tidak merasa haus karena sistem hormon dan mekanisme nokturnal tubuh telah mengaturnya demikian.
"Akibatnya, orang jadi lupa minum kalau malam hari, apalagi kalau di ruangan ber-AC. Padahal, saat puasa seharusnya banyak minum pada malam harinya," kata Tagor.
Sumber: www.lifestyle.okezone.com
Memasuki pekan ketiga Ramadan, Anda masih tetap semangat berpuasa kan? Saat berpuasa, umumnya memang terjadi perubahan-perubahan. Mulai dari pola dan waktu makan, jam tidur, hingga kebiasaan lainnya seperti berolahraga.
Sari, 30, seorang karyawati PT Telkom Jakarta mengungkapkan, sudah dua minggu ini menghentikan aktivitas senam aerobik yang biasa dilakukannya tiga kali seminggu selepas pulang kantor. "Habis bagaimana lagi, tempat senam saya memang libur kalau bulan puasa," ujar gadis berjilbab itu.
Hal senada dikemukakan Rani, 27, yang mengaku "kangen" melakukan senam aerobik bersama rekan-rekannya di sebuah pusat kebugaran di kawasan Jakarta Pusat. Berkurangnya jumlah peserta senam secara signifikan saat bulan puasa menjadi pertimbangan diliburkannya aktivitas menyehatkan tersebut.
"Saya sudah terbiasa nge-gym lima kali seminggu. Jadi begitu puasa dan berhenti senam, badan jadi kurang bugar," sebutnya.
Regional Marketing and Promotion Manager dari Celebrity Fitness, Hendra Nugraha, menyayangkan penghentian total aktivitas berolahraga saat puasa. Menurut dia, kebiasaan berolahraga seharusnya tetap diteruskan dengan mengubah durasi, intensitas, dan volume setiap sesi latihan. Saat berpuasa, proses metabolisme tubuh akan berpengaruh terhadap aktivitas olahraga.
Hal ini disebabkan oleh pengolahan bahan makanan sebagai sumber energi menjadi sedikit berbeda karena perubahan waktu makan.Namun, tak perlu khawatir, tubuh manusia mampu melakukan adaptasi terhadap dirinya sendiri dan lingkungan tergantung pada kebiasaan.
"Pada awal puasa,tubuh mungkin akan terasa lemas apabila digunakan untuk berolahraga, namun pada masa itu tubuh melakukan adaptasi. Setelah melakukan penyesuaian, tubuh akan menjadi terbiasa untuk berolahraga," beber Hendra.
Saat berpuasa, Anda disarankan berolahraga dengan intensitas rendah, yaitu 60 persen-70 persen dari denyut nadi maksimal. Bagi Anda yang masih punya lemak di perut dan ingin membakarnya, silakan tetap melakukan latihan kardiovaskular (cardiovascular exercise) tapi jangan terlampau keras berlatih.
"Waktu terbaik untuk berolahraga adalah 45-60 menit sebelum berbuka dengan durasi sekitar 30 menit saja. Berolahraga tidak berarti harus pergi ke gym, Anda juga bisa melakukannya di rumah atau kantor," tandas Hendra.
Pada prinsipnya, olahraga yang dilaksanakan saat berpuasa bertujuan sebagai bentuk penjagaan tubuh agar tetap sehat dan bugar. Artinya, olahraga yang dilakukan harus mampu melancarkan aliran darah dan melenturkan otot-otot. Selain itu, jantung lebih aktif bergiat dan zat asam atau oksigen lebih banyak terhirup sebagai proses metabolisme tubuh.
Olahraga juga membantu menjaga sel-sel tubuh tetap sehat sehingga lebih siap menerima oksigen. Direktur Slim+Health Sports Therapy di RS Mitra Kemayoran dan Mal TamanAnggrek Jakarta, dr Michael Triangto SpKO, mengungkapkan, orang melakukan aktivitas olahraga biasanya dibedakan atas tujuannya.
"Apakah sekadar menjaga kebugaran ataukah memang serius ingin membentuk otot-otot tubuh?" katanya.
Bagi mereka yang melakukan olahraga dengan tujuan menjaga kebugaran semata atau sebagai ajang berkumpul bersama keluarga, Michael menyarankan aktivitas fisik berulang dengan intensitas ringan, namun berdurasi cukup panjang. Sebut saja jalan kaki atau jalan cepat bersama keluarga ataupun bermain bersama anak.
Sementara itu, orang yang terbiasa melakukan aktivitas latihan (exercise) rutin ataupun nge-gym 4- 5 kali seminggu, saat puasa diperlukan latihan yang sifatnya individual.
Perlu diingat juga, jika latihan sama sekali terhenti, maka dalam tempo dua minggu kebugaran bisa menurun hingga 50 persen. Terlebih bagi individu yang melakukan latihan pembentukan otot jika saat puasa berhenti total latihan bisa-bisa otot akan mengendur.
"Jadi, tetap lakukan latihan dengan intensitas lebih ringan, misalnya mengurangi beban atau jumlah repetisi," saran Michael.
Penuturan Michael diamini Krishnu, 28. Bulan puasa tak menyurutkan semangat pria yang berdomisili di Sudirman Park Jakarta itu untuk tetap menjalani aktivitas latihan yang rutin dilakukan tiga kali seminggu di pusat kebugaran di dekat kantornya.
"Jamnya masih sama, sore hari sekitar jam 4. Atau terkadang selepas salat tarawih sampai jam sepuluh malam," tutur Manajer Humas Bayer Health Care Indonesia itu.
Cukupi Kebutuhan Cairan
Menjaga kecukupan cairan dalam tubuh merupakan kunci utama puasa yang segar dan berstamina. Hal ini diakui dokter spesialis anak RS Pondok Indah Jakarta, Dr Adi Tagor SpA DPH. Kendati telah memasuki usia 73 tahun, pria yang akrab disapa dokter Tagor ini tetap semangat berpuasa Ramadan. "Kuncinya menjaga cairan tubuh, itu saja," ucapnya.
Dokter yang juga berpraktik di sebuah klinik di kawasan Prapanca dan Pondok Pinang itu mengingatkan orang yang berpuasa untuk tidak malas minum air saat berbuka hingga imsak tiba. Saat malam hari, umumnya orang cenderung tidak merasa haus karena sistem hormon dan mekanisme nokturnal tubuh telah mengaturnya demikian.
"Akibatnya, orang jadi lupa minum kalau malam hari, apalagi kalau di ruangan ber-AC. Padahal, saat puasa seharusnya banyak minum pada malam harinya," kata Tagor.
Sumber: www.lifestyle.okezone.com
Subscribe to:
Posts (Atom)