Ibadah puasa di bulan Ramadan merupakan sebuah hikmah yang memiliki makna terdalam bagi kesehatan tubuh. Dengan tiga mekanisme aktif, yaitu perlindungan, pencegahan, dan pengobatan. Puasa memberikan perlindungan terhadap organ tubuh dengan relaksasi organ pencernaan.
Pembatasan suplai makanan selama berpuasa pun mencegah penumpukan racun, kotoran, dan zat sampah. Pertanyaannya kini, apakah ibadah puasa dapat dilakukan bagi mereka yang mengidap penyakit maag?
Seperti diketahui, ibadah puasa dilakukan selama sebulan penuh. Saat itu seluruh umat muslim menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu. Nah, pasti akan terasa mengganggu bila penyakit maag datang pada moment tersebut.
Menanggapi hal itu, Guru Besar Ilmu Pangan dan Gizi IPB Bogor Prof Dr Ir Ali Khomsan Ms, menuturkan ibadah puasa seharusnya dapat membuat tubuh tiap orang menjadi lebih ringan. Bahkan, dengan berpuasa diharapkan setiap orang bisa menurunkan berat badannya, kurang lebih 2-3 kilogram.
Menurutnya, maag merupakan penyakit yang disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur, sehingga menimbulkan pergesekan dan asam lambung yang berlebihan. Berdasarkan sebuah penelitian maag dibedakan menjadi dua jenis, yaitu maag ringan dan maag berat.
"Untuk penderita maag berat tentunya lebih baik mereka tidak berpuasa dan harus lebih menjaga kesehatannya, sedangkan bagi mereka yang menderita penyakit maag dalam tahap ringan tidak masalah jika tetap menjalankan ibadah puasa," papar Prof Dr Ir Ali Khomsan Ms, saat dihubungi okezone melalui telepon genggamnya, beberapa waktu lalu.
Bila Anda penderita maag dapat membedakan jenis penyakit yang diderita termasuk kategori ringan atau berat, maka langkah yang harus ditempuh lainnya ialah mengatur pola makan. Umumnya penderita maag memang dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dalam porsi kecil tapi sesering mungkin.
"Agar penderita maag tetap bisa menjalankan ibadah puasa dan menjaga pola makan yang seimbang dengan waktu makan teratur, terutama pada saat makan sahur dan berbuka. Tetapi hal itu dilakukan dalam porsi sesuai kebutuhan orang yang bersangkutan," saran Prof Ali.
Tak sebatas itu saja, seorang penderita maag juga sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang mengandung kandungan asam tinggi atau terlalu pedas, agar tidak memicu rasa sakit yang berlebihan. Karena itu, menu-menu yang disajikan pun harus terdiri dari sayur dan buah-buahan.
Sementara itu, untuk menambah cadangan energi dan stamina tubuh, asupan vitamin diyakini dapat mewujudkannya. Namun, Prof Ali memiliki cara pandang berbeda.
"Untuk vitamin atau suplemen sebagai daya tahan tubuh sebenarnya tidak terlalu penting, fungsinya hanya sebagai pelengkap saja. Kebutuhan vitamin akan menjadi penting bagi orang-orang yang memiliki aktivitas tinggi saat bekerja," ungkapnya.
Selain menjaga asupan makanan yang seimbang, Prof Ali juga menyarankan untuk minum banyak air putih.
"Sebaiknya minum 1-2 gelas air putih di saat sahur. Karena air putih merupakan pilihan yang baik untuk menambah daya tahan tubuh," pungkasnya.
Sumber: www.lifestyle.okezone.com
Kumpulan artikel dari berbagai media tentang bagaimana melaksanakan puasa agar tetap sehat dan segar
Untuk memudahkan menemukan artikel yang anda cari, silahkan gunakan Search Box berikut:
Monday, September 15, 2008
Sunday, September 14, 2008
Tetap Segar & Berstamina Saat Puasa
Ramadhan merupakan bulan yang penuh hikmah, menjadi bulan yang dinanti-nanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Saat bulan Ramadan, umat muslim berlomba-lomba memperbanyak ibadah untuk mendapat pahala dan ridha Allah SWT.
Tak hanya detox psikis, berpuasa saat Ramadan diharapkan tak membatasi aktivitas beribadah maupun dalam keseharian. Pertanyaannya kini, bagaimana agar kita tetap berstamina selama menjalankan ibadah puasa?
Menurut dr Ahmad Jamaluddin dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, satu hal yang paling utama diperhatikan selama berpuasa ialah kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi. Dengan demikian, aktivitas sehari-hari tetap dapat berjalan tanpa mengganggu ibadah Anda.
"Pengaturan makan dan minum yang tepat selama berpuasa harus dilakukan agar tubuh tidak lemas saat memasuki waktu siang hari. Sehingga, olahraga pun tetap dapat dilakukan selama berpuasa dengan memerhatikan waktu dan jenis olahraga yang dilakukan," ucap dr Ahmad Jamaluddin saat seminar kesehatan, beberapa waktu lalu.
Tak hanya dapat menjalani ibadah dan aktivitas sehari-hari, berpuasa pun dapat membuat seseorang yang menderita penyakit tertentu menjalaninya tanpa terbentur masalah kesehatan.
"Mereka dengan penyakit maag dan diabetes juga tetap dapat berpuasa. Tetapi tentu saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan, semisal makanan yang dihindari bagi penderita maag dan kondisi-kondisi yang membolehkan penderita diabetes menjalani ibadah puasa," paparnya.
Sedangkan khusus untuk ibu hamil dan menyusui, dr Ahmad mengungkapkan pandangannya.
"Bagi ibu hamil dengan kondisi kehamilan yang tidak bermasalah, tetap dapat menjalankan puasa. Sementara itu bagi ibu menyusui, tetap dianjurkan untuk tidak menjalani puasa agar dapat memberikan ASI maksimal bagi bayinya," ungkapnya.
Nah, untuk menambah cadangan energi dan stamina, asupan multivitamin dapat dikonsumsi saat menjelang Imsak. Mengenai hal itu, Fatimah Syarief AMG, STP, ahli nutrisi Sun Hope mengungkapkan keseimbangan gizi penting agar tubuh tetap sehat dan segar saat beribadah puasa. untuk itu, perlu memberikan asupan multivitamin yang tepat.
Adapun kandungan multivitamin yang lengkap dapat dipilih selama bulan Ramadan ini. Menurut Fatimah, tambahan suplementasi omega 3 dapat dijadikan alternatif, mengingat kualitas omega 3, EPA, dan DHA dapat digunakan sebagai produk terapetik yang dapat membantu penyembuhan penyakit kardiovaskular.
Masih menurut Fatimah, agar lebih merasakan manfaat susu, pilih susu yang memiliki kandungan protein aktif yang dapat mempertahankan dan memperbaiki kekebalan tubuh.
Sementara itu, bagi Anda penderita diabetes yang tetap ingin menjalani ibadah puasa, Insulin Growth Factor (IGF-1) yang terdapat dalam Power Mix akan membantu optimalitas dan stabilitas kadar gula dalam darah.
Jadi, tidak ada yang menghalangi Anda untuk tetap beraktivitas meski tengah berpuasa!
Sumber: www.lifestyle.okezone.com
Tak hanya detox psikis, berpuasa saat Ramadan diharapkan tak membatasi aktivitas beribadah maupun dalam keseharian. Pertanyaannya kini, bagaimana agar kita tetap berstamina selama menjalankan ibadah puasa?
Menurut dr Ahmad Jamaluddin dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, satu hal yang paling utama diperhatikan selama berpuasa ialah kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi. Dengan demikian, aktivitas sehari-hari tetap dapat berjalan tanpa mengganggu ibadah Anda.
"Pengaturan makan dan minum yang tepat selama berpuasa harus dilakukan agar tubuh tidak lemas saat memasuki waktu siang hari. Sehingga, olahraga pun tetap dapat dilakukan selama berpuasa dengan memerhatikan waktu dan jenis olahraga yang dilakukan," ucap dr Ahmad Jamaluddin saat seminar kesehatan, beberapa waktu lalu.
Tak hanya dapat menjalani ibadah dan aktivitas sehari-hari, berpuasa pun dapat membuat seseorang yang menderita penyakit tertentu menjalaninya tanpa terbentur masalah kesehatan.
"Mereka dengan penyakit maag dan diabetes juga tetap dapat berpuasa. Tetapi tentu saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan, semisal makanan yang dihindari bagi penderita maag dan kondisi-kondisi yang membolehkan penderita diabetes menjalani ibadah puasa," paparnya.
Sedangkan khusus untuk ibu hamil dan menyusui, dr Ahmad mengungkapkan pandangannya.
"Bagi ibu hamil dengan kondisi kehamilan yang tidak bermasalah, tetap dapat menjalankan puasa. Sementara itu bagi ibu menyusui, tetap dianjurkan untuk tidak menjalani puasa agar dapat memberikan ASI maksimal bagi bayinya," ungkapnya.
Nah, untuk menambah cadangan energi dan stamina, asupan multivitamin dapat dikonsumsi saat menjelang Imsak. Mengenai hal itu, Fatimah Syarief AMG, STP, ahli nutrisi Sun Hope mengungkapkan keseimbangan gizi penting agar tubuh tetap sehat dan segar saat beribadah puasa. untuk itu, perlu memberikan asupan multivitamin yang tepat.
Adapun kandungan multivitamin yang lengkap dapat dipilih selama bulan Ramadan ini. Menurut Fatimah, tambahan suplementasi omega 3 dapat dijadikan alternatif, mengingat kualitas omega 3, EPA, dan DHA dapat digunakan sebagai produk terapetik yang dapat membantu penyembuhan penyakit kardiovaskular.
Masih menurut Fatimah, agar lebih merasakan manfaat susu, pilih susu yang memiliki kandungan protein aktif yang dapat mempertahankan dan memperbaiki kekebalan tubuh.
Sementara itu, bagi Anda penderita diabetes yang tetap ingin menjalani ibadah puasa, Insulin Growth Factor (IGF-1) yang terdapat dalam Power Mix akan membantu optimalitas dan stabilitas kadar gula dalam darah.
Jadi, tidak ada yang menghalangi Anda untuk tetap beraktivitas meski tengah berpuasa!
Sumber: www.lifestyle.okezone.com
Tuesday, September 9, 2008
Ramadan, Penderita Maag Dapat Berpuasa
Bagi penderita maag, puasa adalah tantangan berat. Tidak boleh makan dan minum, padahal mereka tak boleh telat makan dan minum. Kalau telat, perut mereka mulai perih dan mual. Tapi selama Ramadan ini, para penderita maag tetap bisa berpuasa.
Maag, dalam ilmu kedokteran, biasa disebut dengan dispepsi. Maag adalah rasa tidak nyaman di perut bagian atas yang dapat menimbulkan rasa sakit. Biasanya, sakit terasa pada ulu hati dan disertai dengan perut kembung, mudah kenyang, perih, bahkan sampai timbul rasa mual. Gangguan tersebut menyerang lambung akibat tidak terkontrolnya produksi asam lambung. Asam lambung naik sampai ke ulu hati sehingga ulu hati akan ikut terasa asam. Maag dapat menyerang setiap orang dan pada segala usia. Pada keadaan yang cukup parah, dispepsi dapat menimbulkan pendarahan pada lambung. Penderita akan muntah darah apabila pendarahan tersebut tidak dihentikan.
Menurut dr Putri Wahyuni SpD dari RS Tebet, penyakit maag terjadi karena dua hal. Pertama, karena adanya gangguan dispepsi fungsional. Di sini biasanya tidak ada kerusakan pada lapisan lambung. Kedua, karena adanya gangguan dispepsi organik. Dispepsi organik bisa berupa peradangan kerongkongan, tukak lambung, usus dua belas jari dan saluran pencernaan atas.
Dalam berbagai literatur disebutkan bahwa pola makan tidak teratur dapat menimbulkan sakit maag. Awalnya, muncul rasa perih dan mual. Hal itu terjadi karena lambung sedang memproduksi asam lambung. Karena untuk mencerna makanan dalam jadwal yang teratur, lambung memproduksi asam. Bahkan pada saat tidur pun lambung tetap memproduksi asam meski tidak ada makanan yang harus dicerna," terang dr Putri Wahyuni.
Asam lambung sangat dibutuhkan untuk mencerna makanan. Asam lambung juga sangat dibutuhkan oleh tubuh, tentunya dalam jumlah yang seimbang. Tetapi jika asam lambung diproduksi secara berlebihan, justru menimbulkan penyakit. Dengan kata lain, jadwal makan yang tidak teratur dapat membuat lambung sulit untuk beradaptasi. Bila hal itu terjadi secara terus menerus, asam yang berlebihan akan mengiritasi dinding mukosa lambung.
Selain dari pola makan yang kurang teratur, maag juga bisa disebabkan oleh stres. Sistem syaraf di otak berhubungan langsung dengan lambung. Dan stres dapat menyebabkan terjadinya perubahan hormonal dalam tubuh.
Bagi penderita maag, puasa mungkin merupakan suatu ancaman yang harus dihindari. Banyak dari mereka yang ragu untuk menjalankan ibadah puasa. Pada dasarnya, mereka yang mengalami gangguan dispepsi fungsional bisa menjalankan ibadah puasa, tapi dengan meminum obat yang dapat menekan asam lambung.
Lalu penderita dispepsia organik? Orang yang menderita dispepsia organik tetap bisa menjalankan ibadah puasa. Hanya saja, harus lebih dahulu diketahui dispepsia organik apa yang sedang dialaminya. Jika yang terkena hanya tukak lambung, penderita tetap bisa berpuasa. Tapi jika sudah muntah darah, sebaiknya jangan dipaksakan.
Pada awal berpuasa, orang yang tidak mempunyai penyakit maag merasa bahwa perutnya kembung, perih atau sedikit melilit. Keadaan seperti ini termasuk proses adaptasi bagi lambung terhadap perubahan pola makan. Biasanya, memasuki akhir minggu pertama gangguan ini akan hilang dengan sendirinya karena tubuh sudah bisa menyesuaikan diri.
Untuk mengatasi risiko yang lebih parah, hindari makanan dan minuman yang dapat merangsang asam lambung, seperti makanan pedas, asam, kopi, dan minuman beralkohol. Selama berpuasa, ikuti pola makan sesuai ketentuan, misalnya pada saat sahur, tidak terlalu kenyang, tapi harus mengandung cukup karbohidrat dan lauk pauk. Pada saat berbuka puasa, yang pertama kali masuk ke perut adalah makanan ringan atau cairan seperti teh manis panas atau sepotong kue. Baru setelah salat magrib makan nasi dengan lauk pauk secukupnya, disertai buah-buahan yang tidak asam.
Maag sebetulnya bisa disembuhkan, asal si penderita mau mengubah pola hidup dan rajin berkonsultasi dengan dokter. Penderita dispepsia fungsional dapat disembuhkan bila penderita menerapkan pola makan dan tidur yang teratur, tidak stres atau tidak berpikir keras dalam waktu yang panjang.
Sementara untuk meredakan rasa sakit, penderita dapat mengkonsumsi obat sakit maag yang mengandung antasida untuk menetralisir lambung.
Sumber: Genie
Maag, dalam ilmu kedokteran, biasa disebut dengan dispepsi. Maag adalah rasa tidak nyaman di perut bagian atas yang dapat menimbulkan rasa sakit. Biasanya, sakit terasa pada ulu hati dan disertai dengan perut kembung, mudah kenyang, perih, bahkan sampai timbul rasa mual. Gangguan tersebut menyerang lambung akibat tidak terkontrolnya produksi asam lambung. Asam lambung naik sampai ke ulu hati sehingga ulu hati akan ikut terasa asam. Maag dapat menyerang setiap orang dan pada segala usia. Pada keadaan yang cukup parah, dispepsi dapat menimbulkan pendarahan pada lambung. Penderita akan muntah darah apabila pendarahan tersebut tidak dihentikan.
Menurut dr Putri Wahyuni SpD dari RS Tebet, penyakit maag terjadi karena dua hal. Pertama, karena adanya gangguan dispepsi fungsional. Di sini biasanya tidak ada kerusakan pada lapisan lambung. Kedua, karena adanya gangguan dispepsi organik. Dispepsi organik bisa berupa peradangan kerongkongan, tukak lambung, usus dua belas jari dan saluran pencernaan atas.
Dalam berbagai literatur disebutkan bahwa pola makan tidak teratur dapat menimbulkan sakit maag. Awalnya, muncul rasa perih dan mual. Hal itu terjadi karena lambung sedang memproduksi asam lambung. Karena untuk mencerna makanan dalam jadwal yang teratur, lambung memproduksi asam. Bahkan pada saat tidur pun lambung tetap memproduksi asam meski tidak ada makanan yang harus dicerna," terang dr Putri Wahyuni.
Asam lambung sangat dibutuhkan untuk mencerna makanan. Asam lambung juga sangat dibutuhkan oleh tubuh, tentunya dalam jumlah yang seimbang. Tetapi jika asam lambung diproduksi secara berlebihan, justru menimbulkan penyakit. Dengan kata lain, jadwal makan yang tidak teratur dapat membuat lambung sulit untuk beradaptasi. Bila hal itu terjadi secara terus menerus, asam yang berlebihan akan mengiritasi dinding mukosa lambung.
Selain dari pola makan yang kurang teratur, maag juga bisa disebabkan oleh stres. Sistem syaraf di otak berhubungan langsung dengan lambung. Dan stres dapat menyebabkan terjadinya perubahan hormonal dalam tubuh.
Bagi penderita maag, puasa mungkin merupakan suatu ancaman yang harus dihindari. Banyak dari mereka yang ragu untuk menjalankan ibadah puasa. Pada dasarnya, mereka yang mengalami gangguan dispepsi fungsional bisa menjalankan ibadah puasa, tapi dengan meminum obat yang dapat menekan asam lambung.
Lalu penderita dispepsia organik? Orang yang menderita dispepsia organik tetap bisa menjalankan ibadah puasa. Hanya saja, harus lebih dahulu diketahui dispepsia organik apa yang sedang dialaminya. Jika yang terkena hanya tukak lambung, penderita tetap bisa berpuasa. Tapi jika sudah muntah darah, sebaiknya jangan dipaksakan.
Pada awal berpuasa, orang yang tidak mempunyai penyakit maag merasa bahwa perutnya kembung, perih atau sedikit melilit. Keadaan seperti ini termasuk proses adaptasi bagi lambung terhadap perubahan pola makan. Biasanya, memasuki akhir minggu pertama gangguan ini akan hilang dengan sendirinya karena tubuh sudah bisa menyesuaikan diri.
Untuk mengatasi risiko yang lebih parah, hindari makanan dan minuman yang dapat merangsang asam lambung, seperti makanan pedas, asam, kopi, dan minuman beralkohol. Selama berpuasa, ikuti pola makan sesuai ketentuan, misalnya pada saat sahur, tidak terlalu kenyang, tapi harus mengandung cukup karbohidrat dan lauk pauk. Pada saat berbuka puasa, yang pertama kali masuk ke perut adalah makanan ringan atau cairan seperti teh manis panas atau sepotong kue. Baru setelah salat magrib makan nasi dengan lauk pauk secukupnya, disertai buah-buahan yang tidak asam.
Maag sebetulnya bisa disembuhkan, asal si penderita mau mengubah pola hidup dan rajin berkonsultasi dengan dokter. Penderita dispepsia fungsional dapat disembuhkan bila penderita menerapkan pola makan dan tidur yang teratur, tidak stres atau tidak berpikir keras dalam waktu yang panjang.
Sementara untuk meredakan rasa sakit, penderita dapat mengkonsumsi obat sakit maag yang mengandung antasida untuk menetralisir lambung.
Sumber: Genie
Monday, September 8, 2008
Ngabuburit dengan Berjalan Kaki, Cegah Diabetes
SELEPAS menyantap sahur atau sembari menunggu waktu berbuka puasa tiba (ngabuburit dalam bahasa Sunda), kegiatan apa yang biasanya dilakukan keluarga Anda? Mungkin berjalan kaki mengitari kompleks perumahan bisa menjadi alternatif. Selain murah, olahraga ini sangat menyehatkan.
Penelitian terbaru di Jepang yang dilakukan pada sejumlah 8.600 pekerja pria yang terbiasa berjalan kaki ke kantor membuktikan para pekerja tersebut memiliki kadar gula normal. Empat tahun kemudian, kesehatan mereka dievaluasi kembali. Hasilnya? Semakin banyak waktu tempuh yang dihabiskan untuk berjalan kaki, makin rendah risiko terkena diabetes tipe 2.
Seperti dilaporkan dalam jurnal kesehatan Diabetes Care, para peneliti dari Jepang mengatakan dengan berjalan kaki, tubuh lebih sensitif terhadap insulin, yakni hormon yang mengatur kadar gula dalam tubuh. Tak hanya itu, dengan berjalan kaki, stres pada bagian tubuh termasuk paha, lutut, dan pergelangan kaki akan berkurang. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa berjalan kaki mengurangi risiko osteoporosis (keropos tulang).
Jadi, jangan takut capek, berjalan kaki sambil menanti azan maghrib tiba justru baik untuk kesehatan. Selamat ngabuburit.
Sumber: www.lifestyle.okezone.com
Penelitian terbaru di Jepang yang dilakukan pada sejumlah 8.600 pekerja pria yang terbiasa berjalan kaki ke kantor membuktikan para pekerja tersebut memiliki kadar gula normal. Empat tahun kemudian, kesehatan mereka dievaluasi kembali. Hasilnya? Semakin banyak waktu tempuh yang dihabiskan untuk berjalan kaki, makin rendah risiko terkena diabetes tipe 2.
Seperti dilaporkan dalam jurnal kesehatan Diabetes Care, para peneliti dari Jepang mengatakan dengan berjalan kaki, tubuh lebih sensitif terhadap insulin, yakni hormon yang mengatur kadar gula dalam tubuh. Tak hanya itu, dengan berjalan kaki, stres pada bagian tubuh termasuk paha, lutut, dan pergelangan kaki akan berkurang. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa berjalan kaki mengurangi risiko osteoporosis (keropos tulang).
Jadi, jangan takut capek, berjalan kaki sambil menanti azan maghrib tiba justru baik untuk kesehatan. Selamat ngabuburit.
Sumber: www.lifestyle.okezone.com
Saturday, September 6, 2008
Sehat Berpuasa Meski Diabetes
buka puasa bersama mulai berdatangan. Hidangan berbuka berderet-deret aneka macam yang sangat menggugah selera. Namun bagaimana bagi para penderita diabetes (kencing manis) dalam menghadapi puasa?
Berikut tipnya:
1. Harus disiplin dengan tidak mengonsumsi makanan yang manis-manis atau dalam jumlah terbatas.
2. Ukur kadar gula sebelum menjalani puasa agar kadar glukosa darah terkendali. (kadar glukosa darah dipertahankan kurang dari 110 mg/dl selama puasa dan 160 mg/dl setelah dua jam makan).
3. Penderita diabetes dengan komplikasi berat seperti gagal ginjal atau gagal jantung, sebaiknya tidak berpuasa karena dapat memperberat komplikasi.
4. Penderita yang mendapat suntikan insulin satu kali per hari dapat berpuasa, sedangkan pasien yang mendapatkan suntikan insulin dua kali sehari atau lebih dianjurkan untuk tidak berpuasa.
5. Perhatikan proses pengaturan jumlah kalori, jadwal minum obat, serta jenis-jenis makanan yang dikonsumsi secara benar dan tepat.
6. Sahurlah mendekati imsak, konsumsi makanan dalam jumlah normal seperti sarapan.
7. Buka puasa dengan secangkir teh hangat (gula satu sendok), hindari makanan bersantan dan gula.
8. Makan besar setelah shalat magrib, porsi dan jenis makanan bisa disamakan dengan jumlah makanan siang atau sedikit lebih banyak. Tapi jangan terlalu banyak karena akan mengganggu stabillitas kadar gula darah.
9. Dianjurkan makan makanan sumber protein rendah lemak, seperti ikan, ayam tanpa kulit, susu skim, tempe, tahu, dan kacang-kacangan.
10. Obat-obatan diabetes yang biasanya diminum pagi hari, diubah menjadi waktu berbuka puasa. Sedangkan dosis sore dipindahkan pada waktu makan sahur.
11. Bagi yang gemar olahraga, saat yang tepat adalah sesuai salat tarawih. Jenis olahraga pun sebaiknya pilih yang ringan saja.
12. Sering-seringlah memantau kadar glukosa darah.
Sumber: www.lifestyle.okezone.com
Berikut tipnya:
1. Harus disiplin dengan tidak mengonsumsi makanan yang manis-manis atau dalam jumlah terbatas.
2. Ukur kadar gula sebelum menjalani puasa agar kadar glukosa darah terkendali. (kadar glukosa darah dipertahankan kurang dari 110 mg/dl selama puasa dan 160 mg/dl setelah dua jam makan).
3. Penderita diabetes dengan komplikasi berat seperti gagal ginjal atau gagal jantung, sebaiknya tidak berpuasa karena dapat memperberat komplikasi.
4. Penderita yang mendapat suntikan insulin satu kali per hari dapat berpuasa, sedangkan pasien yang mendapatkan suntikan insulin dua kali sehari atau lebih dianjurkan untuk tidak berpuasa.
5. Perhatikan proses pengaturan jumlah kalori, jadwal minum obat, serta jenis-jenis makanan yang dikonsumsi secara benar dan tepat.
6. Sahurlah mendekati imsak, konsumsi makanan dalam jumlah normal seperti sarapan.
7. Buka puasa dengan secangkir teh hangat (gula satu sendok), hindari makanan bersantan dan gula.
8. Makan besar setelah shalat magrib, porsi dan jenis makanan bisa disamakan dengan jumlah makanan siang atau sedikit lebih banyak. Tapi jangan terlalu banyak karena akan mengganggu stabillitas kadar gula darah.
9. Dianjurkan makan makanan sumber protein rendah lemak, seperti ikan, ayam tanpa kulit, susu skim, tempe, tahu, dan kacang-kacangan.
10. Obat-obatan diabetes yang biasanya diminum pagi hari, diubah menjadi waktu berbuka puasa. Sedangkan dosis sore dipindahkan pada waktu makan sahur.
11. Bagi yang gemar olahraga, saat yang tepat adalah sesuai salat tarawih. Jenis olahraga pun sebaiknya pilih yang ringan saja.
12. Sering-seringlah memantau kadar glukosa darah.
Sumber: www.lifestyle.okezone.com
Friday, September 5, 2008
Sehat Berpuasa Bagi Penderita Maag
Bagi Anda penderita maag, tidak perlu khawatir kalau maag akan kambuh karena berpuasa. Terutama bagi penderita maag fungsional, berpuasa justru sangat dianjurkan. Puasa berarti mengistirahatkan saluran pencernaan (usus) beserta enzim dan hormon yang biasanya bekerja untuk mencerna makanan secara terus menerus selama kurang lebih 18 jam. Dengan berpuasa, organ vital ini dapat beristirahat selama 14 jam.
Untuk diketahui, ada dua jenis maag. Pertama, sakit maag fungsional yang apabila diteropong saluran cerna atas atau endoskopi, tidak didapati kelainan secara anatomis. Kedua, maag organik yaitu kelainan secara anatomi misal luka dalam pada lambung dan usus dua belas jari, polip pada kerongkongan, dan lambung, serta kanker pada organ pencernaan tersebut. Untuk maag organik, tetap bisa berpuasa jika sakit lambungnya diobati.
Bagaimana tip aman berpuasa bagi penderita maag?
1. Lakukan puasa secara bertahap. Misal, hari pertama setengah hari terlebih dahulu, dan baru kemudian sampai sehari penuh.
2. Hindari beberapa sumber karbohidrat yang mengandung gas seperti beras ketan, mie, bihun, bulgur, jagung, ubi, dan singkong.
3. Kurangi cemilan yang mengganggu percernaan saat berbuka ataupun sahur. Seperti yang terlalu asam maupun terlalu pedas.
4. Hindari makanan yang mengandung gas, seperti nangka, pisang, kol, sawi, dan sebagainya.
5. Hindari makanan yang memperlambat pengosongan lambung atau meningkatkan asam lambung seperti kopi, cokelat, keju, minuman bersoda, dan alkohol.
6. Hindari makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah yang membuat naiknya cairan lambung ke kerongkongan, contoh makanan tinggi lemak ataupun gorengan.
7. Berbukalah dengan makanan yang mudah dicerna terutama berasal dari jenis karbohidrat dengan jumlah secukupnya.
8. Bila perlu, minum obat maag sebelum sahur.
(Realita/Genie/tty)
Untuk diketahui, ada dua jenis maag. Pertama, sakit maag fungsional yang apabila diteropong saluran cerna atas atau endoskopi, tidak didapati kelainan secara anatomis. Kedua, maag organik yaitu kelainan secara anatomi misal luka dalam pada lambung dan usus dua belas jari, polip pada kerongkongan, dan lambung, serta kanker pada organ pencernaan tersebut. Untuk maag organik, tetap bisa berpuasa jika sakit lambungnya diobati.
Bagaimana tip aman berpuasa bagi penderita maag?
1. Lakukan puasa secara bertahap. Misal, hari pertama setengah hari terlebih dahulu, dan baru kemudian sampai sehari penuh.
2. Hindari beberapa sumber karbohidrat yang mengandung gas seperti beras ketan, mie, bihun, bulgur, jagung, ubi, dan singkong.
3. Kurangi cemilan yang mengganggu percernaan saat berbuka ataupun sahur. Seperti yang terlalu asam maupun terlalu pedas.
4. Hindari makanan yang mengandung gas, seperti nangka, pisang, kol, sawi, dan sebagainya.
5. Hindari makanan yang memperlambat pengosongan lambung atau meningkatkan asam lambung seperti kopi, cokelat, keju, minuman bersoda, dan alkohol.
6. Hindari makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah yang membuat naiknya cairan lambung ke kerongkongan, contoh makanan tinggi lemak ataupun gorengan.
7. Berbukalah dengan makanan yang mudah dicerna terutama berasal dari jenis karbohidrat dengan jumlah secukupnya.
8. Bila perlu, minum obat maag sebelum sahur.
(Realita/Genie/tty)
Tuesday, September 2, 2008
Stop Sakit Kepala di Bulan Ramadan
Sakit kepala memang tak pernah pilih kasih menimpa siapa saja. Bahkan, di bulan Ramadan pun banyak orang juga mengalami sakit kepala.
Menurut Dr Shelven dari Health24, sakit kepala bisa saja muncul karena dilatarbelakangi berbagai faktor, di antaranya terlalu banyak kandungan kafein di dalam tubuh seseorang, mengalami stres, dan memiliki kadar gula darah yang rendah.
Baru-baru ini dia melakukan penelitian untuk mencari solusi tepat mengatasi masalah ini dengan sasaran penelitian para pasiennya. Shevel mengungkapkan, "Ramadan merupakan bulan penuh rahmat bagi para umat muslim di seluruh dunia. Momen ini digunakan mereka untuk mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta dan akan sangat menggangu jika sakit kepala datang menyerang umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa."
"Anda sebaiknya meluangkan sedikit waktu untuk rekreasi bersama keluarga. Selain menyegarkan pikiran, Anda juga mendapatkan kebahagiaan bersama keluarga," saran Dr Shevel yang mengaku istirahat juga menjadi resep manjur menghilangkan sakit kepala.
Sumber: www.lifestyle.okezone.com
Menurut Dr Shelven dari Health24, sakit kepala bisa saja muncul karena dilatarbelakangi berbagai faktor, di antaranya terlalu banyak kandungan kafein di dalam tubuh seseorang, mengalami stres, dan memiliki kadar gula darah yang rendah.
Baru-baru ini dia melakukan penelitian untuk mencari solusi tepat mengatasi masalah ini dengan sasaran penelitian para pasiennya. Shevel mengungkapkan, "Ramadan merupakan bulan penuh rahmat bagi para umat muslim di seluruh dunia. Momen ini digunakan mereka untuk mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta dan akan sangat menggangu jika sakit kepala datang menyerang umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa."
Dari hasil penelitian yang dia lakukan diperoleh tiga tip khusus untuk mengurangi atau menghilangkan rasa sakit kepala, yaitu dengan mengurangi konsumsi kopi yang memang terbukti banyak mengandung kafein, menjaga pola makan yang sehat, dan refreshing untuk menghilangkan stres.
"Anda sebaiknya meluangkan sedikit waktu untuk rekreasi bersama keluarga. Selain menyegarkan pikiran, Anda juga mendapatkan kebahagiaan bersama keluarga," saran Dr Shevel yang mengaku istirahat juga menjadi resep manjur menghilangkan sakit kepala.
Sumber: www.lifestyle.okezone.com
Subscribe to:
Posts (Atom)