Untuk memudahkan menemukan artikel yang anda cari, silahkan gunakan Search Box berikut:

Friday, September 18, 2009

Lebaran, Tapi Kok Banyak Larangan untuk BuMil?

LEBARAN sudah di depan mata, pasti Anda sekeluarga menyambut dengan suka cita, ya? Ajang silaturahmi dan makan enak sudah terbayang. Tapi, tak afdol rasanya bila Anda yang tengah hamil dilarang ini-itu oleh suami atau kerabat selagi menjalankan "ritual" Lebaran.

Hmm, mitos atau larangan apa saja sih yang biasanya diutarakan. Untuk mengetahui kebenarannya, pemaparan dr Dewi Ratih Hendarto Putri, SpOG, dari Cinere Hospital, Jakarta mampu menjawabnya:

1. Bumil Tak Boleh Mengendarai Motor
Benar. Saat hamil, ibu yang tadinya terbiasa mengemudikan motor sebaiknya menghentikan dahulu aktivitasnya ini karena sangat riskan. Saat berkendara, getaran mesin motor akan terlalu kuat bagi perut BuMil.
Di samping itu, BuMil akan susah menjaga keseimbangan saat berkemudi. Belum lagi risiko terjadinya kecelakaan di jalan raya yang cukup tinggi.
Namun demikian, tetap mau silaturahmi ke tempat kerabat naik motor? Selama BuMil dibonceng tidak apa-apa, kok. Dengan catatan BuMil dalam kondisi sehat, kecepatan motor sedang, jalan yang dilalui mulus dan kondisi rem motor baik.

2. Bumil Tak Boleh Berdiri Lama-lama
Benar. Memang, saat Lebaran tak jarang diadakan open house di rumah. Mau tak mau, Moms harus lama berdiri menyambut tamu yang datang dan mondar-mandir dalam waktu yang sama. Padahal, Anda sedang hamil.
Boleh-boleh saja sih BuMil bersalaman dan bersilaturahmi dengan posisi berdiri, namun jangan dalam jangka waktu lama, ya? Pasalnya, kondisi jantung ibu hamil umumnya tidak terlalu bagus.
Terlalu lama berdiri akan menyebabkan oksigen tak sampai ke jaringan otak yang pada akhirnya dapat mengakibatkan BuMil pingsan. Jadi, jika dirasa mulai lelah saat bersalam-salaman atau menerima banyak tamu, sebaiknya segera duduk atau berbaring.

3. Bumil Sebaiknya Tak Mengonsumsi Makanan Pedas
Benar. Rasa pedas tak jarang memunculkan semangat dan memberi sensasi tersendiri di lidah si penikmat makanan tersebut. Tak heran kalau citarasa pedas banyak disukai orang, termasuk ibu hamil.
Eits, jangan keburu "menghajar" setiap makanan pedas yang BuMil temui saat bersilaturahmi, ya? Sebaiknya, Anda justru menghindari makanan yang kaya bumbu dan pedas karena makanan tersebut justru akan mengaktifkan kerja usus secara berlebihan dan bisa menimbulkan penyakit seperti diare.
Selain itu makanan yang terlalu pedas berpeluang pula menginduksi rahim yang akan memperparah ancaman keguguran.

4. Bumil Sebaiknya Tidak Memakai Make Up
Salah. Ibu hamil berdandan malah wajib karena akan menambah rasa percaya diri dan kenyamanan. Apalagi pada hari Lebaran dan bertemu banyak orang, siapa sih yang tak senang tampil cantik?
Yang tidak boleh adalah, jika kosmetik yang digunakan mengandung PB atau timbal. Jadi, pilihlah make up yang hipoalergenic atau yang non-alergenic. Jika masih ragu konsultasikan pada dokter yang berkompeten.

5. Bumil Tak Boleh Mengangkat Beban Berat, Termasuk Menggendong Anak
Benar. Pasalnya aktivitas tersebut bisa memicu kontraksi rahim akibat tekanan dari otot-otot perut. Bila terjadi terus-menerus dalam jangka waktu cukup lama bukan tidak mungkin mengakibatkan keguguran atau kelahiran prematur.
Menggendong anak pun tak dianjurkan, apalagi anak batita. Bayangkan, berat si anak pasti sudah lebih dari 3 kg, bukan?
Meski begitu, membereskan rumah menjelang Hari Raya dalam batas-batas normal tidak masalah. Asal, jangan mengangkat, menggendong atau menjinjing benda yang berat. Sayangnya, tidak bisa ditentukan berapa batas aman bagi setiap orang. Mau tidak mau BuMil harus bisa menilai sendiri, apakah benda yang diangkat membebani perutnya atau tidak.

6. Bumil Tak Boleh Berada di Bawah Terik Matahari dalam Waktu Lama
Benar. Agenda kunjung-mengunjungi rumah saat Lebaran memang tak terelakkan. Kalau jarak rumah yang dikunjungi terbilang dekat, jalan kaki pun menjadi pilihan.
Tapi ingat, sebaiknya BuMil tidak berada di bawah terik matahari dalam waktu lama karena kemungkinan bisa mengalami dehidrasi bahkan anemia. Namun bukan berarti sama sekali tak boleh, asalkan BuMil mampu mengenali kondisi tubuh dan kehamilan dengan baik, tidak menderita anemia dan tensi darah normal.

Kenali gejala-gejala awal saat tubuh perlu istirahat, seperti pusing, mata berkunang-kunang dan lainnya. Segera berteduh dan beristirahat lalu minumlah air putih atau teh manis hangat.

7. Bumil Kurangi Mengonsumsi Makanan Berminyak dan Bersantan
Benar. Wah, mayoritas hidangan saat Lebaran berbahan dasar minyak dan bersantan. Bagaimana dengan para BuMil? Santan memang kurang baik bagi ibu hamil karena dapat mengakibatkan iritasi lambung. Jadi, sebaiknya Anda yang sedang mengandung membatasi konsumsi makanan bersantan.
Hindari pula makanan yang banyak mengandung gula serta lemak, karena akan mengakibatkan mual dan muntah, selain menambah berat badan yang berlebihan. Kurangi pula penggunaan minyak setiap kali mengolah makanan. Faktanya BuMil hanya membutuhkan 12,5 - 15 gram minyak per hari.

Oh ya, jangan gabungkan makanan bersantan dengan makanan yang digoreng. Contoh, opor ayam dengan sambal goreng hati atau ketupat sayur dengan ayam goreng. Sebaiknya dalam satu piring terdapat beberapa pilihan lauk-pauk, misalnya tahu tempe bacem dipadu dengan opor ayam.


Sumber: www.lifestyle.okezone.com

No comments:

Post a Comment

Post a Comment